Cahaya Keilmuan Bumi Syam: Dauroh Ilmiah Bersama Grand Mufti Kerajaan Yordania

Yordania adalah salah satu negara di Timur Tengah yang banyak disinggahi para penuntut ilmu, baik dari negara-negara Timur Tengah itu sendiri, seperti Palestina, Mesir dan Suriah, maupun dari bayak negara lainnya.

Yordania juga disinggahi banyak penuntut ilmu dari Asia seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan lain-lain. Mayoritas pelajar asing khususnya para pelajar Asia banyak belajar ilmu agama Islam di tanah Yordania ini.

Hal tersebut dikarenakan Yordania merupakan tanah bersejarah, dimana banyak dari para nabi hidup pada masanya. Di tanah ini pula banyak para sahabat Nabi Muhammad saw. hijrah dan menyebarkan risalah keislaman.

Pada hari Sabtu, 27 Desember 2025, telah terselenggara dauroh ilmiah yang mengkaji Kitab Arbain An-Nawawiyah karangan Imam Abu Zakaria Muhyiddin Yahya atau yang masyhur dengan nama Imam An-Nawawi, bersama Grand Mufti Kerajaan Yordania Prof. Dr Ahmad Ibrahim Al-Hasanat.

Dauroh ini bertempat di Masjid Al-Lauziyin, Amman, Yordania. Acara tersebut merupakan kolaborasi antara HPMI Yordania dan PCINU Yordania.

Kegiatan ini dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina, Bapak Ade Padmo Sarwono. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya acara ini.

Beliau berharap dauroh ilmiah ini dapat menjadi sarana terciptanya Islam yang membawa rahmat bagi alam semesta, nilai keislaman yang menjunjung toleransi, dan perdamaian.

Acara ini juga dihadiri oleh para peserta yang merupakan mahasiswa dari Indonesia, serta mahasiswa asing lainnya dari Malaysia dan penduduk lokal Yordania.

Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan antara lain :

  1. Memperkuat pemahaman pelajar dalam konsep keilmuan dan nilai-nilai Islam
  2. Memfasilitasi jejaring antarpemuda cendikiawan dari berbagai negara
  3. Menumbuhkan semangat dakwah berbasis ilmu
  4. Mempersiapkan kader ilmuwan dan pendidik masa depan, dan lain-lain

Dalam kajian tersebut Grand Mufti menyampaikan beberapa materi mengenai biografi penulis Kitab yaitu Imam An-Nawawi.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa pondasi Islam di antaranya adalah iman, hukum-hukum syariat, dan juga akhlak. Grand Mufti juga memaparkan penjelasan terkait hadis pertama yang ada di dalam kitab yang berbunyi:

   إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امرئ مانوى

Artinya: Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkan.

“Apabila niat kita benar, maka seluruh amal kita juga akan diterima. Namun sebaliknya, jika niat kita salah, maka amal kita akan menjadi rusak”.

Dauroh ini tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga membangun hubungan internasional yang kuat. Sebagai sebuah usaha dalam membangun generasi yang berilmu dan berakhlak.

Dauroh ilmiah ini menjadi wadah strategis bagi para penuntut ilmu untuk memperdalam pemahaman keislaman secara seimbang.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, etos ilmiah, serta semangat kolaborasi lintas bangsa.

Acara serupa akan diadakan sebagai program rutin bulanan yang diisi langsung oleh Prof. Dr. Ahmad Ibrahim Al-Hasanat.

 

Baca juga: Zawiyah Fiqh Amman Menyelesaikan Kajian Kitab Adab Sulukil Murid Karya Imam al-Haddad

 

Kontributor: Adila Cahyaning Hayati

Editor: Faras Azryllah

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *