HPMI Yordania Gelar Musyawarah Gabungan Untuk Merumuskan “Piagam Amman 2026”

Amman – Presiden HPMI Yordania periode 2026/2027, Muhammad Zein Maulana, menemukan aspirasi anggota HPMI Yordania yang serupa seputar akademik dan tata krama pelajar melalui laporan dari mahasiswa dan agenda “Desak Pres Wapres II” di Amman pada tanggal 19 Agustus 2026 lalu.

Guna menanggapi hal tersebut, HPMI Yordania menyelenggarakan musyawarah gabungan dalam rangkaian kegiatan “Lokakarya 2026” di The Plan Cafe, Amman.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 21 September 2026 ini menjadi forum untuk memetakan masalah akademik secara utuh sekaligus merancang kebijakan serta solusi praktis untuk HPMI Yordania ke depannya.

Hasil dari musyawarah akan merumuskan kebijakan dan kesepakatan dalam satu dokumen yang disebut “Piagam Amman 2026”

Kegiatan ini didasarkan pada Anggaran Rumah Tangga (ART) Pasal 6 ayat (3) huruf a dan b, yang memberi wewenang kepada pengurus eksekutif dan legislatif untuk merumuskan pedoman operasional organisasi.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh perwakilan dari pengurus eksekutif pusat, pengurus eksekutif tiga daerah, pengurus legislatif, wafidin dari tiap kampus, dewan penasehat, dan anggota biasa.

Pembahasan Masalah Akademik

Dalam rapat musyawarah gabungan Lokakarya 2026, sejumlah aspek pendidikan menjadi agenda pembahasan, mulai dari kendala bahasa arab, menurunnya minat belajar mahasiswa, disorientasi sistem akademik, dan masih banyak lagi.

Salah satu perwakilan pengurus legislatif, Hammad Albari menekankan pada kendala mahasiswa yang kurang mampu menyeimbangkan waktu bekerja dengan waktu belajar, sehingga mereka kesulitan untuk fokus.

“Mahasiswa kurang mampu menyeimbangkan berbagai kegiatan sehingga fokusnya terpecah” ujar Hammad Albari

Kendala ini dan persoalan bahasa menjadi sorotan, karena dapat berpengaruh ke kondisi mu’addal mahasiswa yang tidak baik dan jika dibiarkan akan mencoreng nama baik mahasiswa Indonesia.

Usulan terhadap Mahasiswa Baru

Forum kemudian dilanjutkan dengan membahas kurangnya persiapan mahasiswa baru, termasuk kekeliruan pola pikir mereka bahwa kuliah di luar negeri sangat bebas.

Efek yang terdampak adalah nilai mahasiswa baru menurun di awal semester dan terbentuknya sikap meremehkan perkuliahan.

Forum mengusulkan agar mahasiswa baru wajib aktif mengikuti kegiatan akademik HPMI dan menjalani tes pemetaan awal yang meliputi tes bahasa arab, tilawah, dan tujuan studi. Supaya tertanamnya kebiasaan belajar sedari awal dan menjadi landasan pendampingan yang tepat sasaran bagi HPMI Yordania.

Masalah Birokrasi Kampus

Forum menyatakan bahwa, adanya lonjakan drastis biaya kuliah (rusum) program S1 dan S2 yang memicu penurunan minat studi, khususnya di Universitas Yarmouk dan Universitas Mu’tah.

Menurut informasi terbaru, terdapat kenaikan rusum  di Mu’tah University sebesar 50% bagi mahasiswa S1 maupun S2, dari 80 JOD per maddah menjadi 120 JOD per maddah. Ketetapan terbaru kampus ini menurunkan minat mahasiswa untuk melanjutkan studi di Mu’tah dan mempengaruhi ketersediaan SDM di daerah Mu’tah.

Sementara itu, HPMI bukan organisasi yang memiliki akses komunikasi yang setara dengan pihak rektorat kampus.

Setelah melalui berbagai perbincangan, maka diputuskan kepada pengurus pusat untuk melakukan audiensi kepada KBRI Amman dan memohon bantuan diplomasi ke pihak rektorat kampus untuk menangani kenaikan biaya ini.

Standarisasi Adab dan Etika

Adapun pembahasan di luar akademik mencakup mahasiswa yang berpakaian tidak sopan saat hadir di kelas, mahasiswa yang merokok sembarangan di area kampus, serta pelanggaran etika saat menjadi talent dalam publikasi konten HPMI.

Kemudian disimpulkan bahwa pengurus HPMI harus merilis kampanye visual aturan bare minimum pakaian ke kampus dengan rincian:

  • Tidak ada gambar makhluk hidup, simbol agama lain, simbol maksiat, atau LGBTQ pada pakaian
  • Pakaian tidak ketat (khusus perempuan) dan tidak robek hingga memperlihatkan kulit
  • Perempuan wajib berjilbab dengan pantas. Laki-laki dilarang berambut acak-acakan
  • Tidak boleh memakai sandal jepit atau alas kaki lusuh (sepatu sandal rapi tetap diperbolehkan) 

Aturan berpakaian di atas juga berlaku untuk talent publikasi konten HPMI yang akan diarahkan oleh tim media sebelum publikasi. Selama proses pembuatan konten dilakukan, tim media juga wajib mengawasi kepantasan adab talent di setiap sesinya.

Mengenai kasus merokok di kampus, anggota rapat mengusulkan agar seluruh anggota wajib saling menghimbau untuk menahan diri dari merokok di area kampus. Dikarenakan, hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan publik dan berbenturan dengan nilai kepantasan penuntut ilmu.

Pengesahan

Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan ketok palu sebagai tanda pengesahan Piagam Amman 2026. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Melalui Lokakarya 2026 ini, telah disepakati kebijakan untuk berkomitmen. Piagam Amman 2026 dibuat atas dasar kesadaran dan tanggung jawab bersama demi kelancaran studi dan nama baik mahasiswa Indonesia di yordania.

Dokumen ini adalah komitmen bersama anggota HPMI Yordania dan akan menjadi pedoman internal sekaligus dasar resmi saat HPMI Yordania menyampaikan aspirasi kepada kampus maupun KBRI Amman.

Kontributor: Muhammad Jihadul Azzam
Editor: Muhammad Jihadul Azzam

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *